![]() |
| source : google |
Amsal 17
Amsal 17:3 (BIMK)
"Emas dan perak diuji di perapian, tetapi hati orang diuji oleh TUHAN."
Amsal 17:3 (TB)
"Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi TUHANlah yang menguji hati."
Perak dan emas merupakan dua diantara beberapa bahan tambang yang memiliki nilai tinggi (bahkan emas memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding perak). Tentu saja yang dikatakan disini merupakan perak dan emas yang murni. Aku saat ini ingin membahas mengenai emas. Emas yang murni (24 karat) memiliki titik lebur 1064,18°Celcius. Wow dilihat dari angkanya saja sudah menunjukkan bahwa itu sangat panas ya. 1000° lebih! Sedangkan manusia bila terkena air panas yang panasnya 100°c saja sudah melepuh. Apalagi 10x lipat panasnya. Ini menunjukkan bahwa emas yang paling murni dan paling keras sekalipun, melalui tahap peleburan, tahapan ujian agar emas tersebut dapat dibentuk, bahkan dapat dinyatakan bahwa emas tersebut 100% emas murni yang tentunya memiliki harga yang luar biasa dibandingkan emas yang sudah dicampur dengan bahan lain.
Aku jadi berpikir bahwa, hati manusia sama seperti emas. Sama" diuji dan sama" memiliki "titik lebur". Seperti yang dikatakan pada ayat di atas bahwa hati manusia diuji oleh Tuhan. Itulah yang membedakan hati manusia dan emas. Aku melihat, ketika aku merasa banyak masalah yang datang dalam hidupku, aku merasa hingga hampir tidak kuat lagi mungkin untuk menghadapi permasalahan itu, aku percaya bahwa saat itu Tuhan sedang uji aku. Prosesku sebagai emas sedang dimulai. Dari titik lebur emas, aku mendapatkan 2 hal :
☝ ketika aku sedang diuji sama Tuhan, artinya prosesku sebagai emas sedang dimulai. Bila aku cepat untuk menyerah, aku cepat untuk putus asa, aku cepat untuk "meleleh", artinya aku merupakan emas campuran. Bukan lagi emas yang murni.
✌ emas merupakan benda yang padat. tiap" benda padat punya titik lebur masing". artinya, sepadat apapun hati manusia, sekeras apapun hati manusia, akan selalu ada saat atau titik lebur, dimana hati manusia bisa dilelehkan oleh Tuhan, dileburkan oleh Tuhan, agar mudah untuk dibentuk.
Wow, aku sangat happy Tuhan bisa beri aku insight seperti ini. Aku happy bisa membaca firman Tuhan, karena dari membaca firman aku bisa mengetahui apa yang Tuhan mau, apa yang Tuhan inginkan. Dan dari saat teduh kali ini, aku belajar :
👉 bahwa ketika aku merasa hidupku banyak sekali ujian dari Tuhan, aku harus terus kuatkan hatiku dan semakin mendekat dengan Tuhan agar aku bisa terus melihat bahwa ini merupakan salah satu proses pemurnianku hingga menjadi murni, dan aku bisa terus mendapat kekuatan dari Tuhan dalam menjalani setiap prosesku.
👉 terus memiliki iman akan orang" yang saat ini mungkin masih mengeraskan hatinya terhadap Tuhan, karena apa yang terjadi dalam hidupnya pun juga merupakan sebuah proses untuk meleburkan hatinya. Sama seperti emas yang baru melebur ketika dipanaskan pada suhu 1064,18°C, begitu juga hati manusia. Akan ada masa dimana manusia akan mencapai pada titik leburnya, 1064,18°c, atau bahkan lebih dari itu. Itu PASTI dan aku hanya perlu untuk terus beriman.
- Setiap manusia pasti memiliki titik leburnya masing".-
Amin.
-by AW-
PRIBADI :
Setelah membaca renungan diatas, renungkan dan tulis hal berikut ini:
- Pelajaran apa yang Anda dapat setelah membaca renungan diatas?
- Apa tindakan nyata yang akan Anda lakukan? (Dimulai dari hal yang kecil dan simple tidak masalah asalkan bisa Anda lakukan/terapkan dalam kehidupan sehari-hari).
- Apa komitmen Anda?
Berdoalah dan katakan komitmen Anda pada Tuhan, setelah itu berjuang untuk lakukan apa yang sudah Anda tulis dan juga tetap beriman bahwa Anda bisa melakukannya bersama Tuhan.
Tuhan memberkati.

0 Comments